TERKINI
22.3°C Mist
Kategori.
Pemerintahan

Hari Bhayangkara ke-80 Diperingati Serentak di Jatim, Ini Temanya

Dinda Indrawati Wednesday, 01 July 2026 • 09:00 WIB 4 menit baca Kota Surabaya
Hari Bhayangkara ke-80 Diperingati Serentak di Jatim, Ini Temanya
Foto: Polda Jatim
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Seluruh satuan kepolisian di Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 secara serentak pada Rabu (1/7/2026). Dari Polrestabes Surabaya hingga Polres-Polres di kabupaten dan kota se-Jawa Timur, upacara berlangsung khidmat membawa tema besar yang diusung Polri tahun ini: "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat".

Prabowo Pimpin Upacara Nasional di Cikeas

Upacara nasional peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara, bertempat di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia harus terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, prediktif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Presiden juga menyoroti dinamika geopolitik dunia yang ditandai dengan meningkatnya konflik regional, ancaman kejahatan siber, dan ketidakpastian ekonomi global sebagai konteks yang menuntut Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.

Tema dan Makna "80 Tahun Mengabdi"

Tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" yang dipilih tahun ini merupakan refleksi perjalanan panjang pengabdian institusi kepolisian yang berdiri sejak 1 Juli 1946 — tepat 80 tahun yang lalu. Tonggak sejarah tersebut merujuk pada Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 yang menetapkan jawatan kepolisian bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri, menandai lahirnya Polri sebagai institusi yang mandiri dan berdaulat.

Nama "Bhayangkara" sendiri berakar dari sejarah Kerajaan Majapahit, di mana Pasukan Bhayangkara dibentuk oleh Mahapatih Gajah Mada sebagai pasukan khusus pelindung raja yang dikenal memiliki loyalitas dan dedikasi tanpa kompromi. Filosofi inilah yang kemudian diadopsi Polri sebagai simbol pengabdian kepada bangsa dan negara.

Polri di Jatim: Upacara, Bakti Sosial, dan Nonton Bareng

Di Jawa Timur, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan upacara resmi semata. Berbagai satuan kepolisian di seluruh penjuru provinsi menggelar rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan langsung warga, mulai dari donor darah, sunatan massal, pemberian bantuan sosial bagi warga kurang mampu, hingga anjangsana ke panti asuhan dan sekolah luar biasa. Semangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan warga tampak terasa kuat di berbagai titik kegiatan yang tersebar dari Surabaya hingga ujung timur Jawa Timur.

Di Surabaya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga memiliki dimensi yang lebih kompleks, mengingat baru beberapa hari lalu kawasan Gedung Negara Grahadi menjadi lokasi demonstrasi yang berujung ricuh dan menyeret 24 orang ke Mapolrestabes untuk diperiksa. Momen peringatan hari jadi ini pun menjadi refleksi bagi institusi kepolisian setempat tentang tantangan menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak berekspresi warga.

Kapolri Laporkan Capaian SPPG "Zero Accident" ke Presiden

Dalam sidang terpisah di Istana, Kapolri turut melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Polri berhasil mencatatkan nol kecelakaan atau zero accident sejak program dimulai. Laporan ini menjadi salah satu capaian positif Polri yang dipresentasikan dalam momentum peringatan hari jadi ke-80.

Sorotan Lembaga Hak Asasi: "80 Tahun, Masih Banyak Pekerjaan Rumah"

Di sisi lain, tepat pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, sejumlah lembaga hak asasi manusia seperti YLBHI dan LBH Jakarta merilis catatan kritis dengan judul "80 Tahun Polri, Gagal Reformasi." Lembaga-lembaga tersebut menilai bahwa meski sudah 28 tahun sejak mandat reformasi Polri lahir dari gerakan reformasi 1998, masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas, termasuk terkait penanganan demonstrasi, akuntabilitas penggunaan kekuatan, dan transparansi institusi. Catatan kritis ini menjadi pengingat bahwa perayaan ulang tahun sebuah institusi paling bermakna ketika dibarengi dengan refleksi yang jujur dan komitmen perbaikan yang nyata.

Jatim Berdiri Kokoh, Polri Terus Berbenah

Terlepas dari berbagai catatan yang menyertai peringatan ini, momen Hari Bhayangkara ke-80 tetap menjadi kesempatan penting bagi jajaran Polri di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat. Dengan hampir 40 juta penduduk dan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks, Jawa Timur adalah salah satu wilayah tugas terberat sekaligus paling strategis bagi Polri secara nasional. Harapan besar tersebut terangkum dalam satu semangat: Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, semakin dipercaya, dan semakin profesional dalam mengayomi setiap jengkal Bumi Pertiwi.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari