TERKINI
22.3°C Mist
Kategori.
Viral

Kopdes Merah Putih Batal Jadi Komcad, Latsarmil Dipersingkat 2 Pekan

Dinda Indrawati Wednesday, 01 July 2026 • 14:00 WIB 3 menit baca Kota Surabaya
Kopdes Merah Putih Batal Jadi Komcad, Latsarmil Dipersingkat 2 Pekan
Foto: Kompas
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Pemerintah resmi merevisi program pelatihan bagi 35.476 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto memastikan para calon manajer koperasi tersebut batal menjadi Komponen Cadangan (Komcad) militer setelah lulus pelatihan. Revisi dilakukan setelah lima peserta meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam sebulan terakhir.

Apa yang Berubah: Dari Komcad ke Bela Negara Sipil

Donny menyampaikan perubahan tersebut usai rapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Ia menjelaskan bahwa perbedaan antara pelatihan Komcad dan bela negara sipil sangat mendasar. Dalam program yang telah direvisi, para calon manajer Kopdes tidak lagi menerima pendidikan kemiliteran, tidak lagi mengangkat senjata, dan tidak lagi mempelajari taktik-taktik militer apapun.

  • Latihan Komcad 1 bulan diganti Bela Negara sipil 2 minggu.

  • Tidak ada lagi materi senjata dan taktik militer.

  • Materi difokuskan pada nasionalisme, patriotisme, dan disiplin waktu.

  • Sisa 1 bulan diisi pelatihan manajerial dari Kemkop dan KKP.

  • Lokasi pelatihan tetap di 67 Satdik yang tersebar di seluruh Indonesia.

  • Seragam militer masih dipertahankan karena penggantian memerlukan biaya tambahan.

Donny menegaskan bahwa para peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah lulus juga tidak akan berstatus Komcad atau bagian dari komponen pertahanan negara. Mereka semata-mata disiapkan sebagai pengelola koperasi desa dan koperasi nelayan di daerah masing-masing.

Dipicu Lima Kematian dalam Sebulan

Perubahan drastis ini merupakan respons langsung atas meninggalnya lima peserta SPPI saat menjalani Latsarmil antara 17 hingga 26 Juni 2026. Kelima korban adalah Yonanda Muhammad Taufik yang wafat 17 Juni akibat henti jantung, Anisa Muyassaroh (18 Juni, heat stroke), Novia Rahmadhani Sihotang (23 Juni, TBC paru), serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari yang keduanya wafat pada 26 Juni akibat pneumonia dan henti jantung.

Donny menyebut para korban sebagian besar meninggal karena kondisi kesehatan yang menurun dan penyakit bawaan. Ia menekankan bahwa di antara lima korban, ada yang meninggal karena penularan penyakit paru-paru. Untuk mencegah hal serupa, pemerintah menurunkan tim gabungan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan untuk mengawasi kondisi kesehatan peserta secara ketat.

Pelatihan Manajerial Ambil Alih dari Kemkop dan KKP

Setelah dua minggu bela negara, peserta akan mengikuti satu bulan pendidikan dan pelatihan manajerial yang materinya disesuaikan dengan penugasan masing-masing. Calon manajer Kopdes Merah Putih akan mendapat modul-modul tentang pengelolaan koperasi desa dari Kementerian Koperasi, sementara calon manajer Koperasi Nelayan Merah Putih mendapat modul tentang pengelolaan kampung nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Materi kepemimpinan lapangan juga tetap diberikan sebagai bekal memimpin staf koperasi di tingkat desa.

Dengan perubahan ini, total program berlangsung sekitar 6 minggu — jauh lebih pendek dari rencana awal yang mencapai dua bulan lebih, sekaligus jauh lebih aman karena menghilangkan seluruh unsur risiko fisik kemiliteran yang dipandang tidak relevan dengan tugas utama para manajer koperasi.

Dampak ke Program Kopdes di Jawa Timur

Program Koperasi Desa Merah Putih menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur yang merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak. Dengan revisi ini, para calon manajer Kopdes asal Jawa Timur yang kini tengah menjalani pelatihan di berbagai satuan pendidikan dapat bernafas lebih lega karena tidak lagi harus menghadapi tekanan fisik dan psikologis setara latihan militer penuh selama sebulan.

Keputusan Kemenhan ini diharapkan menjadi titik balik positif bagi program Kopdes Merah Putih, mengubah persepsi publik dari program yang sebelumnya identik dengan kontroversi kematian peserta, menjadi program pemberdayaan sumber daya manusia yang lebih manusiawi, relevan, dan berorientasi pada tujuan sesungguhnya: membangun ekonomi desa.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari