TERKINI
25.2°C Mist
Kategori.
Viral

ASN Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda

Dinda Indrawati Thursday, 25 June 2026 • 09:32 WIB 5 menit baca Kabupaten Sidoarjo
ASN Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Foto: JPNN Jatim
Bagikan

JATIM24, Sidoarjo - Kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan di dalam mobil dinas berplat merah yang terparkir selama empat hari di area jalur menuju Terminal 1 (T1) Domestik, Rabu (24/6/2026) siang. Korban yang kemudian diidentifikasi sebagai Ruly Yunis Setiawati (50), diduga kuat merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura. Penyebab kematiannya hingga kini masih menjadi misteri yang sedang didalami pihak kepolisian.

Bermula dari Bau Menyengat dan Cairan di Bawah Mobil

Penemuan tragis ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.30 WIB, ketika sejumlah pengemudi taksi daring yang melintas di sekitar lokasi mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari sebuah Toyota Kijang Innova warna hitam berplat merah bernomor polisi M 1090 GP. Kecurigaan semakin menguat ketika para pengemudi melihat adanya rembesan cairan mencurigakan yang keluar dari kolong bawah kendaraan tersebut.

Saat mereka mendekati dan melihat melalui celah kaca jendela yang tertutup rapat, mereka mendapati seorang perempuan berbusana kuning berjilbab telah terbujur kaku di kursi penumpang depan kabin mobil. Laporan segera diteruskan kepada pihak keamanan bandara dan kepolisian setempat. General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir membenarkan adanya laporan tersebut dan mengonfirmasi bahwa kendaraan yang dimaksud merupakan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan data manifest parkir bandara, kendaraan tersebut tercatat telah masuk dan terparkir di kawasan Terminal 1 Juanda sejak Sabtu (20/6/2026) sore — atau empat hari sebelum akhirnya ditemukan.

Evakuasi Basarnas 30 Menit Penuh Kehati-hatian

Aparat Kepolisian Sektor Sedati bersama Tim Inafis Polda Jawa Timur langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi guna menjaga keaslian tempat kejadian perkara. Tim Basarnas Surabaya kemudian diterjunkan untuk membantu proses evakuasi jenazah dari dalam kabin mobil yang kondisinya sudah dalam tahap lanjut pembusukan.

Komandan Tim Basarnas Surabaya Gani menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati selama sekitar 25 hingga 30 menit, dengan membuka kaca jendela penumpang belakang menggunakan alat manajemen kaca khusus agar tidak mengubah atau merusak barang bukti apapun yang ada di dalam kendaraan. Pada pukul 14.15 WIB, jenazah berhasil dikeluarkan dengan aman dan langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong di Sidoarjo guna menjalani pemeriksaan medis dan autopsi.

Identitas Korban: Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan

Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan di lokasi kejadian serta pelacakan nomor polisi kendaraan, korban diidentifikasi bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, Madura. Sosok yang dikenal rekan kerjanya sebagai figur yang tekun dan berdedikasi ini diduga kuat menjabat sebagai Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan — sebuah posisi eselon III yang cukup strategis di lingkungan birokrasi kabupaten tersebut.

  • Nama korban: Ruly Yunis Setiawati, usia 50 tahun.

  • Jabatan: Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan (dugaan kuat).

  • Domisili: Perumahan Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan.

  • Tidak masuk kantor tanpa keterangan sejak Kamis, 18 Juni 2026.

  • Kendaraan dinas nopol M 1090 GP tercatat parkir di Juanda sejak Sabtu sore, 20 Juni 2026.

Kepala Dinas PRKP Bangkalan Roniyun Hamid mengaku sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya staf yang selama ini dikenal sebagai pegawai loyal tersebut. Staf kantor Dinas PRKP Bangkalan sebelumnya juga telah melaporkan bahwa komunikasi dengan korban terputus total sejak Senin (22/6/2026), yang ditandai dengan pesan WhatsApp yang hanya berstatus centang satu sejak tanggal tersebut.

Linimasa Aktivitas Terakhir Korban

Kuasa hukum sekaligus kerabat dekat keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan kronologi aktivitas terakhir almarhumah berdasarkan keterangan pihak keluarga. Berikut runtutan peristiwa yang berhasil direkonstruksi:

  • Rabu malam, 17 Juni 2026: Ruly masih hadir dalam acara resmi kedinasan Pemkab Bangkalan, berupa kegiatan pisah sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) di Pendapa Agung Bangkalan.

  • Kamis pagi, 18 Juni 2026: Ruly keluar rumah di Perumahan Lavender dengan pamit hendak bekerja. Namun ia tidak masuk kantor pada hari itu dan seterusnya.

  • Kamis malam / Jumat dini hari, 19 Juni 2026: Ruly mengirimkan titik lokasi (share location) kepada keluarga dari kawasan Pujon, Kabupaten Malang, saat berada di sebuah toko buah.

  • Jumat malam, 19 Juni 2026: Ruly melakukan panggilan video terakhir dengan adik kandungnya melalui WhatsApp.

  • Sabtu pagi, 20 Juni 2026: Ruly masih sempat menelepon suaminya — ini adalah komunikasi terakhir yang tercatat dengan pihak keluarga.

  • Sabtu siang, 20 Juni 2026: Hilang kontak. Tidak ada lagi respons dari korban atas pesan maupun panggilan yang masuk.

  • Senin, 22 Juni 2026: Pesan WhatsApp ke nomor korban hanya berstatus centang satu, menandakan ponsel dalam keadaan mati atau tidak terhubung jaringan.

  • Rabu, 24 Juni 2026 pukul 11.30 WIB: Jasad ditemukan di dalam mobil dinas yang sudah terparkir 4 hari di Bandara Juanda.

Bupati Bangkalan: Tidak Ada Agenda Dinas Luar Kota

Bupati Bangkalan Lukman Hakim didampingi Wakil Bupati Moh Fauzan Ja'far langsung memberikan keterangan kepada awak media di Pendapa Agung Bangkalan pada Rabu petang setelah mendapat kabar penemuan ini. Bupati Lukman menyampaikan bahwa dirinya masih bertemu langsung dengan korban dalam agenda pisah sambut Dandim pada Rabu malam, 17 Juni 2026. Ia juga memastikan tidak ada penugasan dinas luar kota (DLK) khusus yang diberikan kepada korban dari pihak Pemkab Bangkalan pada periode tersebut.

Bupati Lukman menyatakan menunggu kepastian dari hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian sebelum membuat pernyataan lebih lanjut mengenai identitas maupun penyebab kematian korban secara resmi.

Penyelidikan Polisi: Belum Bisa Pastikan Penyebab Kematian

Kepala Seksi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menegaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian dan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Polisi menyatakan masih mendalami berbagai kemungkinan, mulai dari kemungkinan korban meninggal akibat kondisi kesehatan yang tiba-tiba memburuk, keracunan gas freon dari AC kendaraan yang menyala dalam kondisi tertutup, hingga kemungkinan adanya indikasi tindak pidana yang belum dikesampingkan.

Kuasa hukum keluarga Risang Bima Wijaya turut menyampaikan sejumlah catatan yang dinilai penting untuk didalami lebih lanjut oleh penyidik, salah satunya terkait kondisi tertentu yang ia temukan saat pertama kali memeriksa jenazah. Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Porong diharapkan dapat memberikan kejelasan ilmiah mengenai penyebab kematian Ruly Yunis Setiawati dalam waktu dekat.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari