TERKINI
25.2°C Mist
Kategori.
Bencana

Gempa M5,6 Pacitan Tidak Berpotensi Tsunami, Terasa Hingga Yogyakarta

Dinda Indrawati Saturday, 27 June 2026 • 14:55 WIB 3 menit baca Kabupaten Pacitan
Gempa M5,6 Pacitan Tidak Berpotensi Tsunami, Terasa Hingga Yogyakarta
Foto: Jatim24
Bagikan

JATIM24, Pacitan - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47.21 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut sekitar 86 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan dirasakan cukup luas hingga sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Data Teknis Gempa: Dangkal dan Terasa Luas

Berdasarkan rilis resmi BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,96 derajat Lintang Selatan dan 111,16 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang tergolong dangkal ini menjadi salah satu alasan mengapa getaran gempa terasa cukup kuat dan meluas jauh melampaui wilayah Pacitan, kendati kekuatan Magnitudo-nya berada di kisaran sedang.

  • Waktu kejadian: Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 14.47.21 WIB.

  • Magnitudo: 5,6.

  • Kedalaman: 10 kilometer (kategori gempa dangkal).

  • Pusat gempa: 86 km tenggara Pacitan, di perairan Samudra Hindia selatan Jawa.

  • Koordinat: 8,96 LS — 111,16 BT.

  • Status tsunami: TIDAK BERPOTENSI.

Sebaran Wilayah yang Merasakan Guncangan

BMKG mencatat getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda-beda di sejumlah wilayah. Pada skala III MMI — yakni getaran yang terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas — guncangan dilaporkan dirasakan di Kabupaten Pacitan, Wonogiri (Jawa Tengah), Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.

Pada skala yang lebih ringan yakni II MMI, guncangan turut dirasakan oleh warga di Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, serta di wilayah Jawa Timur lainnya meliputi Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Ponorogo, Jember, dan Kediri. Sejumlah warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, juga melaporkan merasakan getaran selama sekitar 10 detik.

Tiga Gempa Susulan dalam 30 Menit Pertama

Tidak lama setelah gempa utama, BMKG mencatat serangkaian gempa susulan dengan kekuatan jauh lebih kecil yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari setengah jam pertama:

  • Pukul 15.02 WIB: Gempa susulan pertama M2,4, kedalaman 24 km, 77 km tenggara Pacitan.

  • Pukul 15.05 WIB: Gempa susulan kedua M2,4, kedalaman 21 km, 70 km tenggara Pacitan.

  • Pukul 15.10 WIB: Gempa susulan ketiga M2,5, kedalaman 29 km, 78 km tenggara Pacitan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan lanjutan. Pihak BMKG juga menegaskan bahwa informasi awal yang dirilis bersifat cepat dan masih dapat mengalami pemutakhiran seiring dengan proses analisis data yang lebih lengkap.

BPBD Ponorogo: Belum Ada Laporan Kerusakan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo Masun menyampaikan kepada media bahwa meski guncangan gempa ini turut dirasakan oleh warga di wilayahnya, pihaknya hingga sore hari belum menerima satupun laporan dari masyarakat mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Pemantauan di lapangan masih terus dilakukan dan pihaknya akan segera memberikan update terbaru apabila ditemukan dampak yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Hal serupa dilaporkan dari wilayah-wilayah lain yang merasakan guncangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan struktur bangunan maupun korban jiwa dari seluruh wilayah terdampak, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengapa Selatan Jawa Rawan Gempa?

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk kawasan Pacitan, secara tektonik memang termasuk dalam zona rawan gempa tinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi geografisnya yang berada di atas zona subduksi atau pertemuan antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan Lempeng Eurasia yang relatif diam di atasnya. Gesekan dan tekanan yang terakumulasi di batas dua lempeng tersebut menjadi sumber utama aktivitas seismik yang secara rutin terjadi di wilayah ini.

BMKG mengimbau seluruh warga yang bermukim di kawasan pesisir selatan Jawa, khususnya di Pacitan dan sekitarnya, untuk selalu memahami prosedur keselamatan saat gempa terjadi, mengenali jalur evakuasi terdekat, dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai potensi tsunami yang bukan berasal dari kanal resmi BMKG. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko korban saat bencana alam terjadi tanpa peringatan.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari