TERKINI
24.2°C Mist
Kategori.
Ekonomi & Bisnis

Cabai Rawit Merah Turun Rp5.000, Harga Beras Mulai Naik di Jatim

Dinda Indrawati Thursday, 02 July 2026 • 15:00 WIB 3 menit baca Kota Surabaya
Cabai Rawit Merah Turun Rp5.000, Harga Beras Mulai Naik di Jatim
Generated by AI
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Pergerakan harga komoditas pangan di Jawa Timur hari ini menunjukkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, harga cabai rawit merah dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya mencatatkan penurunan yang signifikan. Namun di sisi lain, kelompok beras yang selama ini relatif stabil mulai memperlihatkan tren kenaikan tipis yang perlu diwaspadai konsumen dan pelaku usaha kuliner.

Cabai Rawit Merah Turun Paling Tajam: Rp5.000 per Kilogram

Berdasarkan data harga pangan yang dipantau secara nasional pada Kamis (2/7/2026), komoditas hortikultura mendominasi daftar bahan pangan yang mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah menjadi komoditas yang mencatatkan penurunan terbesar dalam sehari, yaitu turun Rp5.000 per kilogram atau setara penurunan sekitar 7,26 persen dari harga sebelumnya, sehingga kini bertengger di kisaran Rp63.900 per kilogram.

Penurunan yang cukup signifikan ini disambut baik oleh para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, terutama warung makan dan pedagang makanan pedas yang selama ini cukup terbebani dengan harga cabai yang sempat melambung tinggi dalam beberapa pekan sebelumnya.

  • Cabai rawit merah: Rp63.900/kg, turun Rp5.000 (7,26 persen).

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp48.300/kg, turun Rp2.750 (5,39 persen).

  • Cabai merah keriting: Rp51.600/kg, turun Rp2.050 (3,82 persen).

  • Cabai rawit hijau: Rp50.150/kg, turun Rp1.950 (3,74 persen).

  • Cabai merah besar: Rp51.800/kg, turun Rp1.850 (3,45 persen).

Satu-satunya anomali di kelompok bumbu dapur adalah bawang putih ukuran sedang yang justru mengalami kenaikan tipis sebesar Rp350 atau 0,8 persen menjadi Rp44.000 per kilogram.

Harga Beras Mulai Bergerak Naik, Waspada Menjelang Kemarau

Sementara kelompok bumbu dapur memberikan kabar baik, kelompok beras justru mulai memberikan sinyal yang perlu diwaspadai. Sejumlah jenis beras dilaporkan mulai bergerak naik, meskipun kenaikannya masih dalam skala yang relatif tipis dan belum membebani secara signifikan. Namun tren kenaikan ini tetap perlu dipantau secara ketat mengingat beras adalah komoditas pangan paling strategis yang menjadi kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat.

Kenaikan tipis harga beras ini berkaitan erat dengan mulai memasuki musim kemarau di sebagian wilayah Jawa Timur, yang berpengaruh pada pola produksi dan distribusi beras. Di saat yang bersamaan, temuan-temuan mengenai praktik pengoplosan beras di sejumlah daerah juga menambah kecemasan publik terhadap ketersediaan dan kualitas beras yang beredar di pasaran.

Dampak terhadap Pelaku Usaha Kuliner di Jawa Timur

Dinamika harga pangan ini memiliki dampak langsung yang berbeda-beda bagi berbagai segmen pelaku usaha di Jawa Timur. Penurunan harga cabai memberikan keuntungan bagi pelaku usaha makanan berbasis sambal dan masakan pedas khas Jawa Timur seperti penyetan, rawon, dan soto. Sebaliknya, tren kenaikan beras menambah beban operasional warung makan dan warteg yang selama ini sudah berjuang dengan berbagai tekanan biaya di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

Pedagang di pasar tradisional Jawa Timur menyambut baik penurunan harga cabai dan bawang merah, terutama menjelang musim liburan sekolah yang biasanya meningkatkan konsumsi pangan secara keseluruhan. Namun mereka tetap berharap pemerintah menjaga stabilitas harga beras agar tidak terus merayap naik dan memberatkan masyarakat luas.

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Beras

Para pelaku usaha dan konsumen di Jawa Timur berharap pemerintah, melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional, dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga beras sebelum kenaikan yang masih tipis ini berkembang menjadi lonjakan yang memberatkan. Langkah seperti operasi pasar murah beras, pemantauan distribusi, serta penindakan tegas terhadap praktik pengoplosan maupun penimbunan beras dinilai penting untuk menjaga keterjangkauan komoditas pangan pokok ini di tingkat konsumen akhir.

Masyarakat Jawa Timur diimbau untuk tetap berbelanja di pasar tradisional maupun toko resmi yang terpercaya, dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penimbunan atau manipulasi harga bahan pokok di lingkungan masing-masing.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari