TERKINI
24.3°C Mist
Kategori.
Infrastruktur

Whoosh ke Surabaya Bisa 3 Jam, Tapi Tunggu Restrukturisasi KCJB Tuntas

Dinda Indrawati Sunday, 28 June 2026 • 08:00 WIB 4 menit baca Kota Surabaya
Whoosh ke Surabaya Bisa 3 Jam, Tapi Tunggu Restrukturisasi KCJB Tuntas
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Impian warga Jawa Timur memiliki akses kereta cepat langsung dari Jakarta kembali mencuat ke permukaan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi syarat utama yang harus tuntas terlebih dahulu sebelum pemerintah memutuskan perpanjangan jalur ke Surabaya, bahkan hingga Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Jumat (26/6/2026) malam.

Restrukturisasi KCJB: Gerbang Menuju Surabaya

Allan Tandiono menegaskan bahwa pemerintah saat ini memusatkan seluruh perhatiannya pada penyelesaian restrukturisasi keuangan proyek KCJB. Ia menyampaikan posisi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang baru dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026.

Allan menegaskan bahwa hasil dari proses restrukturisasi ini akan menjadi tolok ukur utama pemerintah dalam mengevaluasi kelayakan perpanjangan jalur Whoosh ke Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya memastikan proyek yang ada saat ini terlebih dahulu tuntas secara finansial sebelum melompat ke fase pengembangan berikutnya.

  • Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono berbicara ke media, Jumat (26/6/2026) malam.

  • Restrukturisasi keuangan KCJB ditetapkan sebagai syarat utama sebelum perpanjangan jalur ke Surabaya.

  • Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung dibentuk melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.

  • AHY ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung.

Mimpi Jakarta–Surabaya Hanya 3 Jam

Dalam berbagai kesempatan, AHY sendiri telah menyampaikan bahwa perpanjangan jalur Whoosh hingga ke Surabaya berpotensi memangkas waktu tempuh perjalanan Jakarta–Surabaya menjadi hanya sekitar 3 jam. Ia menilai pencapaian tersebut akan menjadi game changer yang mengubah peta pembangunan nasional secara fundamental, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor yang dilaluinya.

Lebih jauh, AHY mengungkapkan bahwa visi perpanjangan jalur ini tidak berhenti di Surabaya. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, proyek kereta cepat ini diproyeksikan menjangkau hingga Banyuwangi, menjadikan seluruh Pulau Jawa terhubung oleh koridor kereta berkecepatan tinggi dari ujung barat ke ujung timur.

Latar Masalah: Beban Utang dan Cost Overrun

Desakan untuk segera menyelesaikan restrukturisasi keuangan KCJB tidak muncul tanpa alasan. Proyek Whoosh Jakarta–Bandung menyimpan persoalan finansial yang cukup pelik sejak awal. Utang pembangunan KCJB menggunakan skema bunga tetap selama empat puluh tahun kepada China Development Bank (CDB), dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan proposal pembiayaan serupa yang pernah ditawarkan pihak Jepang pada masa perencanaan proyek.

Beban tersebut semakin berat karena terjadi pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat selama proses konstruksi. Lebih dari separuh biaya cost overrun tersebut ditutupi melalui pinjaman tambahan dengan bunga di atas 3 persen per tahun. Sisanya ditanggung bersama oleh konsorsium BUMN Indonesia sebesar 60 persen dan pihak China sebesar 40 persen.

Kesepahaman Lintas Kementerian Sudah Tercapai

Kabar positifnya, pada pertemuan lintas sektoral yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026, AHY menyampaikan bahwa semua pihak yang terlibat telah mencapai kesepahaman mengenai cara penyelesaian utang proyek Whoosh, sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Forum kesepahaman tersebut melibatkan Kemenko Infrastruktur, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, PT KAI, hingga Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Sinyal lebih konkret juga datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang pada Maret 2026 menyampaikan bahwa keputusan mengenai restrukturisasi secara prinsip sudah diambil, dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari Presiden atau pemerintah. Pemerintah juga tengah merumuskan skema Badan Layanan Umum (BLU) sebagai formula baru dalam pengelolaan Whoosh ke depannya.

Dampak Strategis bagi Jawa Timur

Bagi Jawa Timur, wacana perpanjangan Whoosh bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jika terwujud, jalur kereta cepat ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan, dengan titik-titik stasiun di sepanjang koridor Jawa Tengah hingga Jawa Timur berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang selama ini tidak tersentuh oleh percepatan pembangunan seperti yang telah dinikmati koridor Jakarta–Bandung.

Surabaya sebagai ibukota provinsi dan pusat ekonomi terbesar kedua Indonesia akan menjadi penerima manfaat terbesar dari proyek ini. Waktu tempuh 3 jam dari Jakarta diprediksi akan mendorong mobilitas tenaga kerja, investasi, dan pariwisata secara masif, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai simpul logistik dan bisnis kawasan timur Indonesia yang selama ini sudah sangat kuat.

Kapan Bisa Terwujud?

Meski optimisme besar menggelayut di balik wacana ini, realisasi Whoosh ke Surabaya masih membutuhkan kesabaran. Pemerintah belum memberikan target waktu yang pasti untuk dimulainya konstruksi fase lanjutan ini. Semuanya masih sangat bergantung pada seberapa cepat dan mulus proses restrukturisasi keuangan KCJB dapat diselesaikan, serta ketersediaan skema pembiayaan yang berkelanjutan dan tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.

Yang jelas, momentum untuk mewujudkan mimpi konektivitas kereta cepat Jawa–Surabaya belum pernah sebesar ini. Dengan adanya Komite Kereta Cepat yang dibentuk langsung oleh Presiden, kesepahaman lintas kementerian yang sudah tercapai, dan komitmen politik yang eksplisit dari kepala negara, warga Jawa Timur punya alasan lebih kuat dari sebelumnya untuk berharap suatu hari nanti dapat menikmati perjalanan Jakarta–Surabaya dalam waktu 3 jam dari atas kursi kereta cepat Whoosh.

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari