JATIM24, Banyuwangi - Sirkuit BMX Internasional Muncar, Banyuwangi, kembali membuktikan diri sebagai panggung balap sepeda kelas dunia. Dalam gelaran Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung dua hari pada Sabtu-Minggu (27-28/6/2026), tim nasional Indonesia menutup rangkaian balapan dengan catatan membanggakan: mengawinkan gelar juara di kategori men dan women elite pada hari kedua, sekaligus mempertegas dominasi Merah Putih di sirkuit yang disebut sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia ini.
Satu-satunya di Indonesia, Bertaraf Olimpiade
Banyuwangi BMX Supercross 2026 bukan sembarang kejuaraan. Ini merupakan satu-satunya event balap sepeda BMX di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI), federasi balap sepeda dunia, dengan kategori C1 — level tertinggi dalam poin internasional yang diperebutkan. Artinya, setiap poin yang dikumpulkan oleh para rider di Muncar langsung diakui oleh federasi balap sepeda dunia dan berdampak langsung pada peringkat internasional mereka.
Sirkuit BMX Muncar di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, sendiri memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki sirkuit manapun di Indonesia. Trek dengan panjang 465 meter ini merupakan satu-satunya lintasan supercross di seluruh Indonesia yang memenuhi standar Olimpiade, sekaligus menjadi salah satu yang terpanjang di dunia. Venue Commissaire Panel (VCP) dari Australia hadir sebagai perwakilan resmi UCI untuk memantau jalannya sesi latihan dan perlombaan.
Satu-satunya event BMX UCI di Indonesia, kategori C1 poin tinggi.
Panjang trek 465 meter — salah satu terpanjang di dunia.
Sirkuit berstandar Olimpiade, pertama di Asia Tenggara.
331 pembalap dari Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina.
25 kategori perlombaan diperebutkan selama dua hari.
Hari Pertama: Thailand Dominasi Men Elite, Indonesia Kuasai Women
Hari pertama, Sabtu (27/6/2026), menghadirkan persaingan sengit antara tim nasional Thailand dan Indonesia. Di kategori men elite, Komet Sukprasert, pembalap Thailand yang juga berstatus juara Asia dan juara ASEAN BMX Racing Cup 2026, tampil mendominasi dengan menorehkan catatan waktu 43 detik untuk menyelesaikan trek sepanjang 465 meter tersebut. Ia unggul atas dua pembalap Indonesia, Muhammad Fattahillah dan Firman Chandra Alim, yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.
Komet mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter trek Muncar yang disebutnya membutuhkan daya tahan ekstra, kekuatan fisik, dan keahlian teknis yang jauh di atas rata-rata trek supercross biasa. Menurutnya, Sirkuit Muncar memiliki ciri khas tersendiri yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, terlebih karena ini satu-satunya trek supercross di seluruh Indonesia.
Sementara itu, bendera Merah Putih tetap berkibar di podium tertinggi kategori women elite. Amellya Nur Sifa, peraih medali emas Asian Games 2023 dan ASEAN BMX Racing Cup 2026, tampil superior dan keluar sebagai juara di babak final. Pembalap Thailand Chutikan Kitwanitsathian harus puas berada di posisi kedua setelah memberikan tekanan ketat sepanjang balapan.
Hari Kedua: Rio Akbar Balas Dendam, Indonesia Kawinkan Gelar
Drama sesungguhnya tersaji di hari kedua, Minggu (28/6/2026). Pembalap timnas Indonesia Rio Akbar, yang pada hari pertama harus puas finis di posisi kelima, tampil jauh lebih agresif dan terstrategis. Dengan persiapan matang dalam hal manajemen stamina dan ritme balapan, Rio berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Komet Sukprasert — sang juara Asia — untuk merebut gelar men elite hari kedua.
Rio menyebut trek Banyuwangi sebagai salah satu yang paling menantang di dunia karena faktor panjang lintasan memaksa setiap pembalap untuk tidak hanya mengandalkan kecepatan dan teknik, tetapi juga strategi mengatur tenaga dari awal hingga finis. Menurutnya, kesalahan sekecil apapun di trek sepanjang itu bisa berakibat fatal terhadap hasil akhir balapan. Ia pun memuji atmosfer Banyuwangi yang selalu membuatnya termotivasi untuk tampil terbaik.
Di kategori women elite, Amellya Nur Sifa mempertahankan gelarnya dari hari pertama, menjadikan Indonesia menyapu bersih dua gelar utama di hari kedua sekaligus. Amellya menyatakan tidak pernah absen dari kejuaraan BMX di Banyuwangi karena ajang ini menjadi bagian penting dari evaluasi performa timnas jelang tampil di UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia, yang segera menyusul.
ICF: Banyuwangi Konsisten, Kami Bangga
Sekretaris Jenderal Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk yang hadir langsung dalam upacara pembukaan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas konsistensinya menggelar kejuaraan bertaraf internasional ini setiap tahun, bahkan di tengah tekanan efisiensi anggaran yang dirasakan pemerintah daerah secara nasional. ICF juga menyebutkan bahwa Sirkuit Muncar sudah direkomendasikan untuk menjadi tuan rumah seri Indonesia BMX Series ke depannya, sebuah pengakuan yang semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai pusat balap sepeda dunia di Indonesia.
Jadi menegaskan bahwa dengan status UCI Category C1 yang disandang oleh event ini, daya tarik Banyuwangi BMX Supercross bagi pembalap dari seluruh penjuru dunia akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dampak Ekonomi: Warung Laris, Rumah Warga pun Disewa
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan internasional ini bukan sekadar soal olahraga, tetapi juga tentang perputaran roda ekonomi masyarakat di sekitar sirkuit. Ia menyebut banyak warga di Kecamatan Muncar yang memanfaatkan momentum ini dengan membuka usaha kuliner, menyewakan kendaraan, menjual perlengkapan balap seperti jersei, bahkan menjadikan rumah mereka sebagai penginapan bagi para atlet dan pendukung dari luar kota.
Yang lebih menggembirakan, aktivitas ekonomi ini sudah terasa sejak sebulan sebelum kejuaraan dimulai, ketika banyak pembalap memilih datang lebih awal untuk beradaptasi dengan karakter unik Sirkuit Muncar. Multiplier effect dari event bertaraf dunia ini pun mengalir ke berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM kreatif di sekitar kawasan Muncar, Banyuwangi.
Pesan Banyuwangi untuk Dunia
Ipuk menegaskan bahwa konsistensi Banyuwangi menggelar kejuaraan internasional setiap tahun adalah pesan yang ingin disampaikan kepada dunia: bahwa Banyuwangi adalah rumah yang ramah bagi para atlet dan pecinta balap sepeda dari manapun mereka berasal. Ia juga berharap Sirkuit Muncar yang telah berstandar Olimpiade ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet balap sepeda berprestasi dari Banyuwangi dan Indonesia pada masa mendatang.
Dengan gelar ganda yang diraih tim nasional Indonesia di hari kedua Banyuwangi BMX Supercross 2026, semangat dan kepercayaan diri para rider Merah Putih semakin kuat jelang tampil di kejuaraan dunia UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia, yang menjadi target berikutnya bagi Amellya, Rio, dan rekan-rekan setimnas mereka.