JATIM24, Surabaya - Seluruh pecinta bola voli Indonesia, termasuk jutaan penggemar di Jawa Timur, patut bersuka cita. Tim nasional bola voli putra Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Kemenangan bersejarah ini diraih dengan mengalahkan Korea Selatan lewat skor telak 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) dalam laga final yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Minggu malam (28/6/2026).
Balas Dendam Sempurna atas Korea Selatan
Kemenangan ini terasa lebih manis karena sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahan yang diterima Indonesia dari lawan yang sama di fase grup AVC Cup 2026 pada 21 Juni lalu. Saat itu, Korea Selatan mengalahkan Indonesia dengan skor yang sama persis, yakni 3-0. Artinya, final ini adalah kesempatan emas Indonesia untuk membuktikan bahwa kekalahan di grup bukan gambaran kemampuan sesungguhnya tim asuhan pelatih Reidel Toiran asal Kuba tersebut.
Dan Indonesia pun membuktikannya secara meyakinkan di hadapan ribuan pasang mata di Ahmedabad.
Dramatis di Set Pertama, Dominan di Set Kedua
Jalannya pertandingan final menyajikan drama yang tidak kalah seru dari scoreline akhirnya. Di set pertama, Indonesia sempat dibuat kerepotan oleh servis keras pemain-pemain Korea Selatan yang menyulitkan pola penyerangan tim Merah Putih. Kedua tim beradu point demi point dalam rally yang menegangkan hingga Indonesia akhirnya menutup set pembuka dengan skor tipis 34-32.
Memasuki set kedua, wajah Indonesia berubah total. Servis-servis agresif yang dilepaskan Boy Arnez Arabi dan Farhan Halim membuat pertahanan Korea Selatan porak-poranda. Indonesia mendominasi secara keseluruhan dan menutup set kedua dengan kemenangan 25-16 yang sangat meyakinkan. Set ketiga kembali berlangsung ketat, namun Indonesia berhasil menjaga fokus dan konsistensi untuk menutup pertandingan dengan skor 25-23.
Boy Arnez Top Scorer, Rama Fazza Jadi Pahlawan Pergantian
Secara individual, Boy Arnez Arabi tampil sebagai pemain terbaik di final dengan catatan 17 poin termasuk empat service ace memukau. Farhan Halim melengkapi trio penyerang andalan dengan 14 poin dan tiga blok produktif. Namun yang paling disorot adalah keputusan pelatih Reidel Toiran memasukkan Rama Fazza Fauzan menggantikan Fauzan Nibras yang dinilai kurang maksimal di hari itu. Keputusan taktis tersebut terbukti sangat tepat karena Rama Fazza menyumbang 15 poin termasuk dua service ace yang mengubah momentum pertandingan.
Boy Arnez Arabi: 17 poin, 4 service ace — top scorer final.
Rama Fazza Fauzan: 15 poin, 2 service ace — pemain kunci dari bangku cadangan.
Farhan Halim: 14 poin, 3 blok.
Alfin Daniel Pratama: setter utama sepanjang turnamen.
Hendra Kurniawan: middle blocker pilihan utama.
Lampaui Target Federasi, Naik Peringkat FIVB
Asisten pelatih timnas Nur Widayanto tidak menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. Ia menyampaikan bahwa banyak pihak yang semula meragukan kemampuan tim ini, namun para pemain menjawabnya dengan prestasi nyata yang bahkan melampaui target awal federasi. PBVSI sebelumnya hanya menargetkan timnas masuk empat besar — kenyataannya Indonesia pulang sebagai juara.
Selain gelar juara, keberhasilan ini juga berdampak langsung pada peringkat Indonesia di Federasi Bola Voli Internasional (FIVB). Sebelum turnamen, Indonesia berada di peringkat 48 dunia, dan kemenangan di AVC Cup 2026 dipastikan mendorong peringkat tersebut naik signifikan.
Toiran: Tangan Dingin yang Kembali Berkilau
Pelatih Reidel Toiran layak mendapat pujian setinggi-tingginya. Dalam dua bulan terakhir saja, pelatih asal Kuba ini sudah menorehkan dua prestasi bersejarah bagi bola voli Indonesia secara berurutan. Sebelum mengantarkan timnas juara AVC Cup 2026, ia juga yang membawa klub Jakarta Bhayangkara Presisi menjuarai AVC Men's Champions League 2026 — menjadi klub Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar bergengsi tersebut. Kini, Toiran dan skuad Garuda bersiap menghadapi kalender kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri yang semakin menguat.