TERKINI
26.1°C Light rain
Kategori.
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen di Triwulan I 2026, Terkuat Jawa

Dinda Indrawati Friday, 05 June 2026 • 15:00 WIB 3 menit baca Kota Surabaya
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen di Triwulan I 2026, Terkuat Jawa
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Perekonomian Jawa Timur mencatatkan capaian impresif pada triwulan pertama 2026, dengan pertumbuhan sebesar 5,96 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan regional Pulau Jawa maupun nasional, meneguhkan kembali posisi Jatim sebagai mesin ekonomi utama di kawasan timur Indonesia.

Kontributor Terbesar Kedua di Pulau Jawa

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS dalam dokumen perkembangan makroekonomi regional, Jawa Timur kembali mengukuhkan diri sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa. Pangsa PDRB Jatim mencapai 25,16 persen terhadap total ekonomi Pulau Jawa, serta berkontribusi 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

  • Pertumbuhan ekonomi Jatim Q1 2026: 5,96 persen YoY.

  • Pangsa terhadap ekonomi Pulau Jawa: 25,16 persen.

  • Kontribusi terhadap PDB Nasional: 14,40 persen.

  • Konsumsi rumah tangga menjadi motor utama dengan porsi 61,19 persen PDRB.

Pendorong Utama: Konsumsi dan Investasi

Ibrahim menjelaskan bahwa dari sisi permintaan, lonjakan Konsumsi Rumah Tangga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan pertama. Akselerasi konsumsi ini dipicu oleh momentum perayaan berlapis yang terjadi pada periode tersebut, mulai dari Ramadan, Imlek, Nyepi, hingga perayaan Idulfitri 2026 yang turut mendorong geliat belanja masyarakat secara signifikan.

Selain konsumsi, komponen investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut menyumbang porsi 26,86 persen terhadap PDRB, didorong oleh realisasi belanja modal sektor swasta dan pemerintah yang cukup positif sepanjang triwulan pertama tahun ini.

Sektor Unggulan Pendorong Pertumbuhan

Dari sisi penawaran, beberapa sektor yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Jatim antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Keempat sektor ini secara konsisten memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Jawa Timur dari tahun ke tahun, dengan industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar mengingat Jatim merupakan salah satu pusat manufaktur terpenting di Indonesia.

Inflasi di Jawa Timur selama triwulan pertama juga terpantau tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional, meskipun terdapat tekanan dari kenaikan tarif angkutan udara dan fluktuasi harga pangan komoditas tertentu di beberapa daerah.

Proyeksi Optimistis Sepanjang 2026

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jatim secara keseluruhan sepanjang tahun 2026 akan berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen YoY, dengan tingkat inflasi yang diproyeksikan tetap terkendali di dalam batas sasaran. Optimisme ini didukung oleh perbaikan kinerja Prompt Manufacturing Index (PMI), pertumbuhan aktivitas transaksi kartu, dan pemulihan kinerja ekspor nonmigas Jatim yang mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Pemprov Jatim dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan mendorong diversifikasi ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan daya saing investasi di berbagai sektor strategis yang menjadi unggulan Jawa Timur.

Dorongan Ekspor dan Sektor Digital

Selain sektor tradisional seperti pertanian dan industri pengolahan, BI Jatim juga mencatat pertumbuhan positif dari sektor perdagangan digital dan ekonomi kreatif yang semakin menggeliat. Sejumlah pelaku UMKM Jatim yang berhasil menembus pasar ekspor turut berkontribusi pada penguatan performa ekonomi daerah, seiring meningkatnya fasilitas pendampingan ekspor dari berbagai lembaga pemerintah dan perbankan yang aktif mendukung UMKM naik kelas ke pasar internasional.

Pemerintah Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa program serupa akan segera direplikasi di beberapa kelurahan lainnya dengan memberikan pelatihan teknis bertanam polybag dan bantuan bibit melon kepada warga yang berminat, guna memperluas dampak program ketahanan pangan berbasis rumah tangga di tingkat masyarakat terluas.

Bagikan

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari