TERKINI
26.4°C Heavy rain at times
Kategori.
Kesehatan

El Nino Menguat, Kemenkes Wanti-wanti ISPA dan Diare di Jawa Timur

Dinda Indrawati Sunday, 21 June 2026 • 10:00 WIB 3 menit baca Kota Surabaya
El Nino Menguat, Kemenkes Wanti-wanti ISPA dan Diare di Jawa Timur
Generated by AI
Bagikan

JATIM24, Surabaya - Kementerian Kesehatan mewanti-wanti masyarakat, termasuk warga Jawa Timur, untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit selama musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering dari rata-rata normal. Fenomena El Nino yang masih bertahan menjadi faktor pendorong utama potensi lonjakan kasus penyakit terkait kekeringan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di sejumlah daerah.

El Nino Perkuat Musim Kemarau 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, didukung oleh penguatan fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan di sebagian besar wilayah Jawa Timur, dengan puncak kemarau diproyeksikan terjadi pada Agustus 2026.

  • Musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan lebih kering dari rata-rata normal.

  • El Nino diperkirakan bertahan dengan intensitas moderat hingga kuat sepanjang 2026.

  • Puncak kemarau di Jatim diproyeksikan terjadi pada Agustus 2026.

  • Penyakit yang diwaspadai: ISPA, diare, dan gangguan kesehatan akibat dehidrasi.

Kemenkes: Kemarau Bukan Hanya Soal Cuaca Panas

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa dampak musim kemarau terhadap kesehatan tidak hanya berkisar pada masalah dehidrasi akibat paparan panas yang berlebihan, tetapi juga mencakup risiko penyakit yang lebih luas. Kualitas udara yang menurun akibat debu dan partikel halus selama musim kering meningkatkan risiko ISPA, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis pernapasan.

Selain ISPA, risiko diare juga meningkat selama musim kemarau akibat keterbatasan akses air bersih di sejumlah wilayah, yang mendorong masyarakat mengonsumsi air dari sumber yang kurang terjamin kualitasnya. Kondisi ini diperparah oleh menurunnya daya tahan tubuh akibat cuaca panas dan dehidrasi yang tidak tertangani dengan baik.

Imbauan Kesehatan bagi Warga Jatim

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengeluarkan sejumlah imbauan praktis bagi masyarakat dalam menghadapi musim kemarau panjang, antara lain:

  • Memperbanyak asupan cairan, minimal delapan gelas air putih per hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

  • Menggunakan masker saat beraktivitas di jalan berdebu atau saat kualitas udara memburuk.

  • Menghindari paparan langsung sinar matahari berlebihan, terutama pada pukul 10.00-14.00 WIB.

  • Memastikan sumber air minum yang dikonsumsi keluarga bersih dan layak, serta memasak air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.

  • Segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami gejala ISPA atau diare agar mendapat penanganan lebih awal.

Puskesmas Disiagakan untuk Antisipasi Lonjakan Kasus

Seluruh puskesmas di Jawa Timur telah diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi lonjakan kasus penyakit terkait musim kemarau. Stok obat-obatan penanganan diare dan ISPA dipastikan tersedia mencukupi, sementara program pemantauan kualitas air di daerah rawan krisis air bersih turut diperkuat.

Kemenkes menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat dan aparat kesehatan merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak buruk musim kemarau panjang terhadap kesehatan warga, sejalan dengan upaya pemerintah membangun masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim yang semakin dirasakan dampaknya dari tahun ke tahun.

Pentingnya Vaksinasi dan Pemeriksaan Rutin

Di tengah meningkatnya risiko penyakit selama musim kemarau panjang, Dinkes Jatim juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan jadwal vaksinasi rutin bagi balita dan anak-anak, karena kekeringan dan perubahan pola penyakit dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap berbagai infeksi. Program pemeriksaan kesehatan gratis yang terus digulirkan pemerintah di puskesmas-puskesmas Jawa Timur menjadi momentum tepat bagi warga untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau dengan baik memasuki musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Bagikan

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari