TERKINI
26.1°C Light rain
Kategori.
Kriminal

Lansia di Madiun Diduga Jadi Korban Hipnotis Dua Perempuan

Dinda Indrawati Sunday, 07 June 2026 • 08:20 WIB 3 menit baca Kabupaten Madiun
Lansia di Madiun Diduga Jadi Korban Hipnotis Dua Perempuan
Bagikan

JATIM24, Madiun - Seorang warga lanjut usia di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, diduga menjadi korban tindak kejahatan hipnotis yang dilakukan dua perempuan tak dikenal. Korban dilaporkan mengalami kerugian materiil setelah sempat berinteraksi dengan pelaku yang mendatangi rumahnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika dua perempuan yang tidak dikenal mendatangi rumah korban dengan modus tertentu untuk membuka percakapan. Korban yang merupakan warga lanjut usia diduga mengalami kondisi tidak sadar penuh selama berinteraksi dengan kedua pelaku, sehingga tanpa disadari menyerahkan sejumlah barang berharga maupun uang tunai kepada mereka.

  • Pelaku diduga menggunakan modus hipnotis saat berinteraksi dengan korban.

  • Korban baru menyadari kejadian setelah pelaku meninggalkan lokasi.

  • Kepolisian setempat telah menerima laporan dan melakukan penyelidikan.

  • Warga diimbau lebih waspada terhadap modus kejahatan serupa.

Penyelidikan oleh Kepolisian

Pihak kepolisian setempat langsung menindaklanjuti laporan korban dengan melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi. Rekaman kamera pengawas di sekitar permukiman turut ditelusuri guna membantu mengidentifikasi ciri-ciri kedua pelaku yang diduga melakukan aksi serupa di wilayah lain.

Kepolisian menduga modus kejahatan ini bukan kali pertama terjadi di wilayah Madiun, sehingga penyelidikan turut diarahkan untuk melihat kemungkinan keterkaitan dengan laporan-laporan serupa yang mungkin belum dilaporkan oleh korban lain karena rasa malu atau ketidaktahuan.

Kerentanan Kelompok Lansia

Kasus ini kembali menyoroti kerentanan kelompok lanjut usia terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan kondisi psikologis maupun keterbatasan kewaspadaan korban. Warga lansia yang tinggal sendirian di rumah pada siang hari kerap menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan dengan modus serupa, mengingat minimnya pengawasan dari anggota keluarga lain yang biasanya beraktivitas di luar rumah.

Kepolisian mengimbau keluarga yang memiliki anggota lanjut usia untuk lebih memperhatikan kondisi rumah, termasuk mengedukasi orang tua atau kakek-nenek mereka mengenai modus-modus kejahatan yang kerap menyasar kelompok rentan tersebut.

Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, untuk tidak mudah melayani percakapan dengan orang tak dikenal yang tiba-tiba mendatangi rumah tanpa keperluan jelas. Apabila merasa curiga, warga diminta segera menutup pintu dan menghubungi anggota keluarga atau tetangga terdekat sebagai langkah antisipasi.

Kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus ini hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar kelompok rentan di lingkungan masing-masing.

Sosialisasi Antisipasi Modus Hipnotis

Menyusul kejadian ini, aparat kepolisian setempat berencana menggencarkan sosialisasi antisipasi kejahatan dengan modus hipnotis ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Madiun, terutama kawasan dengan populasi warga lanjut usia yang tinggal sendirian cukup tinggi. Sosialisasi ini melibatkan kerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat agar pesan kewaspadaan dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Selain edukasi langsung, kepolisian juga mendorong pembentukan kelompok siskamling yang lebih aktif memantau aktivitas mencurigakan di lingkungan permukiman, sebagai langkah pencegahan kolektif yang melibatkan partisipasi seluruh warga, tidak hanya mengandalkan kewaspadaan individu semata.

Keluarga korban berharap kasus ini dapat segera diusut tuntas, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi warga lain agar lebih berhati-hati terhadap orang asing yang mendatangi rumah tanpa keperluan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aparat desa setempat turut berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kepolisian guna mencegah terulangnya kasus serupa, termasuk dengan menggiatkan kembali sistem keamanan lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga di setiap dusun.

Bagikan

Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari